episode 1 ” give me a chance ”

                                                                         I                                                         Satu hari

              Dalam hidupku….                                                                                                     

Bali, 24 Oktober 2003.

Aku paling suka suara deburan ombak itu. Tempat yang setiap hari selalu kukunjungi, tanpa mengenal kata jenuh. Aku selalu ingat bagaimana deburan ombak ini memainkan alunan melodi mereka sendiri, saat mereka mulai berenang untuk dapat menyentuh batu karang itu, saat datang nya senja yang mengubah deburan itu menjadi sepi tanpa suara. Hanya desiran angin malam yang terdengar memenuhi pantai ini.

Aku suka saat melihat matahari itu tenggelam, menikmati indahnya matahari senja itu bersama desiran angin pantai, yang selalu membuatku betah berada di sini. Malam itu cepat sekali datang ! dan aku benci itu. karna saat malam aku tidak dapat melihat ombak-ombak itu bermain ria di laut luas ini. Yang dapat kulihat sekarang hanya gelapnya malam yang menutupi pantai ini. Dan aku hanya bisa mendengar deburan pelan ombak malam itu bersenandung sepi di sana.

“DERAAA!!!” seseorang dari ujung jalan sana, seperti sedang berteriak memanggil seseorang. Sedang berusaha agar suaranya dapat terdengar jelas di tengah keramain malam kota ini. Sambil berteriak untuk yang kedua kalinya, “DERAAA!!! Do you hear me.? ” sambil melambaikan tangannya.

Dan untuk yang kesekian kalinya akhirnya aku dapat melihat orang itu. Perempuan dengan baju hem kotak-kotak, dengan perpaduan celana pendek sepaha, sangat terlihat begitu modis. Namun aku mulai menyipitkan mata ku untuk lebih mengetaui siapa orang tersebut.

“karin.?! Kau KARIN.?!!” Tanyaku setelah posisi kami hanya berbeda beberapa cm saja.

 

“ ia deraa… ini aku karin!” ucanya setengah kesal. Yah…maklum perlu waktu beberapa lama untukku dapat mengenalinya setelah perpisahan kami SMP kelas 2, aku harus ikut degan orangtua ku pindah tugas ke AMERIKA. Dan sekarang aku pindah lagi ke INDONESIA untuk melanjukan kuliah ku di UI.

“hei, sedang apa kau disini.?? apa kau akan melanjutkan sekolahmu disini.?” Ucap karin memulai pembicaraan.

“ya, aku berencana seperti itu.?” Godaku “ngomong-ngomong kau kuliah dimana.?” Sambungku.

“aku kuliah di UI,aku disini hanya berlibur ketempat tante ku saja.. kau sendiri.?”

“oh yah..??!! aku juga masuk UI !!! .  aku kesini karena aku ingin melihat pantai ini. Kau tau kan aku suka pemandangan seprti ini.” Cerocosku. Karin adalah sahabat ku dari kelas 4SD. Dulu, aku bukanlah seperti dera yang sakarang. Dulu aku lebih pendiam, aku jarang berkomunikasi dengan orang-orang, kecuali mereka yang mengajakku ngomong duluan. Namun itu semua berubah saat aku mulai mangenal karin. Ia adalah orang yang pertama kali menjadi teman sekaligus sahabatku, dan orang yang pertama kali juga mengenalkanku bagaimana keberadaan kehidupan di dunia luar yang sangat jauh dari kebisuan…..

Dari situlah aku lahir menjadi seorang dera yang petualang, tidak kenal takut, dan lebih lincah.

 

TO BE CONTINUED……

Iklan
By evangelischta semdel 98

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s